ADAB SANTRI TERHADAP KYAI

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Bismillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillahilfattaahiljawaadilmu’iin, ’alattafaqquhi fiddiini manikhtaroohu minal’ibaad, wa-asyhadu-allaa-ilaaha illallaah..syahaadatan tudkhilunaa daarolkhuluud. Wa-asyhadu-anna-sayyidanaa muhammadan ‘abduhu warosuuluhu shoohibul-maqoomilmahmuud. Shallallaahu wasallaman afuuzu bihimaa yaumal-ma’aad..ammaa ba’du

Segala puji milik Allah, yang maha pembuka gedung rahmat bagi sekalian makhluk, maha dermawan lagi penolong hamba yang Dia pilih guna memahami ajaran agama dari hamba-hamba-Nya. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah-dengan suatu persaksian-yang dapat memasukan kita ke surga yang kekal. Dan aku bersaksi pula, sungguh Baginda Nabi Muhammad adalah hamba dan pesuruh-Nya. Pemilik maqom terpuji. Semogalah shalawat dan salam terlimpahkan atas beliau, keluarg adan sahabat-sahabatnya; yaitu shalawat dan salam yag aku peroleh besok di hari perjanjian.

Hadirin yang dirahmati Allah Swt..

Pada kesempatan yang berbahagia ini, patutlah kita bersyukur atas anugerah sehat  yang Allah berikan kepada kita. Baik itu anugerah sehat jasmani, maupun sehat rohani. Sehingga kita bisa berkumpul dalam majelis yang berkah dan mulia ini. Semoga berkumpulnya kita disini, merupakan bukti cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

Hadirin…!! Kalau kita bicara pesantren…Kalau kita bicara santri…Biasanya yang dibanggakan itu apa…? Hafalannya…Kitabnya…Ilmunya…Tapi hari ini… saya ingin bicara sesuatu yang sering dilupakan…ADAB…!!

Dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim disebutkan:

“Ilmu tidak akan bermanfaat kecuali dengan penghormatan (ta’dzim).”

Saya ulangi…!!

ILMU… TIDAK AKAN BERMANFAAT… TANPA ADAB…!!

Sekarang kita lihat realita…!!Banyak orang pintar… tapi hidupnya gelisah…Banyak orang berilmu… tapi tidak dihormati…Kenapa…??Karena adabnya hilang…!!

Dulu ulama berkata:

“Kami belajar adab 30 tahun, baru belajar ilmu.”

Sekarang…?Baru 3 bulan belajar…Sudah merasa paling benar… πŸ˜„

Hadirin…!!

Kyai itu bukan sekadar guru biasa…Kyai adalah pewaris nabi…!! yang beliau ajarkan…Adalah ilmu yang bersambung kepada Rasulullah ο·Ί…Maka kalau kita hormat kepada kyai…Itu bukan sekadar hormat kepada manusia…Itu hormat kepada ilmu…Itu hormat kepada agama…Kalau santri tidak hormat kepada kyai…?Bagaimana ilmu itu mau berkah…??

Adab pertama…
TA’DZIM… menghormati kyai…!! Hormati lahir dan batin…!! Jangan seperti ini…  Di depan kyai: “Inggih Yai…”  Di belakang: “Aduh kyai mah…”Ini bukan santri…!!Ini pemain drama…!! πŸ˜†Ingat…!! Yang kita hormati bukan orangnya saja…Tapi ilmu yang ada padanya…!!

Dalam Ta’limul Muta’allim disebutkan…

Santri tidak boleh: Membantah guru, Mendahului bicara, Menyela penjelasan. Sekarang… zaman berubah…!! Baru belajar dari YouTube, Sudah berani debat dengan kyai… πŸ˜„ Padahal…!! Kyai belajar puluhan tahun…Kita baru “scroll-scroll”…Ilmu itu bukan dari Google…Tapi dari keberkahan guru…!!

Hadirin…!!

Kadang kyai keras…Kadang menegur…Kadang diam…Santri langsung bilang: “Kyai galak…” Loh…!!Kalau kyai diam saja…Tidak peduli… Itu tanda kita tidak dianggap…!! Dimarahi kyai…Itu tanda diperhatikan…!!

Dalam kitab disebutkan…!! Santri harus menjaga: Cara duduk, Cara berjalan, Cara berbicara. Sekarang… πŸ˜„ Ada santri: Duduk selonjoran, Main HP, Ketawa keras. Kyai datang… langsung berubah…!!MasyaAllah… aktingnya luar biasa…!! πŸ˜†

Hadirin…!!

Ini yang sering dilupakan…!!Santri itu harus mendoakan gurunya…!! Karena…!!Ridho guru adalah pintu keberkahan ilmu…!! Kalau guru ridho…Ilmu sedikit jadi manfaat…!!Kalau guru tidak ridho…Ilmu banyak… bisa jadi bencana…!!

Allah berfirman:

"Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu."
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Rasulullah ο·Ί bersabda:

“Bukan golongan kami yang tidak menghormati yang lebih tua…”
(HR. Tirmidzi) 

Kalau ingin jadi santri hebat…!!Jangan hanya pintar…tapi harus beradab…!! Karena…!!

Ilmu tanpa adab… akan hilang berkahnya…!!Adab tanpa ilmu… masih bisa ditingkatkan…!!

Mari kita perbaiki diri…!!

Hormati kyai kita…
Jaga lisan kita…
Jaga hati kita…

Saya tutup dengan satu kalimat…!!

Santri beradab… akan diangkat derajatnya…
Santri tidak beradab… akan jatuh walau berilmu…!!


Wallahu a’lam bishawab…

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

ADAB ANAK TERHADAP ORANG TUA

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala…Yang telah menghadirkan kita di majelis yang penuh keberkahan ini. Shalawat serta salam…Semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam…

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Kalau saya tanya…

Siapa di sini yang masih punya orang tua? 

Siapa yang orang tuanya masih lengkap? 

Alhamdulillah…Tapi pertanyaannya…

Sudahkah kita berbakti kepada mereka?

Karena…

Banyak anak masih punya orang tua…
Tapi tidak punya adab kepada mereka…

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua…”
(QS. Al-Isra: 23)

Perhatikan…

Setelah perintah tauhid…
Langsung perintah berbakti kepada orang tua!

Artinya…Kedudukan orang tua itu sangat tinggi di sisi Allah!

Allah melanjutkan:

“Janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’…”
(QS. Al-Isra: 23)

Hadirin…

“Ah” saja tidak boleh…Apalagi bentak?Apalagi melawan?

Sekarang ini…Orang tua manggil:

“Iya… Nak… tolong bantu sebentar…”

Anaknya jawab:

“Bentar… lagi sibuk…”
Padahal sibuknya apa?

πŸ“± Scroll… scroll… scroll… 🀣

Rasulullah SAW bersabda:

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.”
(HR. Tirmidzi)

Hadirin…

Mau hidup berkah?
Mau doa dikabulkan?

Perbaiki hubungan dengan orang tua! Kasih Sayang Orang Tua Tak Terbalas

Hadirin yang dirahmati Allah…

Ibu kita…

Mengandung 9 bulan…

Melahirkan dengan taruhan nyawa…

Begadang setiap malam…

Ayah kita…

Bekerja keras…
Banting tulang…
Demi kita bisa makan…

Waktu kecil…

Kita ngompol… orang tua yang bersihkan
Kita menangis… orang tua yang tenangkan

Sekarang?

Orang tua batuk sedikit… kita terganggu 

Hadirin…

Adab itu bukan teori… tapi tindakan!

Bicara dengan lembut
Tidak membantah
Membantu tanpa disuruh
Mendoakan mereka
Menjaga perasaan mereka

Allah ajarkan kita doa:

“Wahai Tuhanku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.”
(QS. Al-Isra: 24)

Jangan tunggu orang tua meninggal baru mendoakan…Selagi masih hidup… bahagiakan mereka!

Hadirin…

Banyak orang menangis di kuburan orang tua…Minta maaf…Menyesal…Tapi…Sudah terlambat!

Waktu orang tua hidup…Telepon jarang diangkat. Chat sering diabaikan. Begitu orang tua meninggal…Foto dijadikan wallpaper 

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Kalau hari ini orang tua kita masih hidup…Itu bukan beban…Itu kesempatan!

Kesempatan untuk: Berbakti, Membahagiakan. Masuk surga! Karena… Surga itu di bawah telapak kaki ibu. Dan ayah adalah pintu surga

Mari kita tundukkan kepala…

“Ya Allah…
Ampuni dosa kami kepada kedua orang tua kami…
Jika kami pernah menyakiti mereka…
Jika kami pernah membantah mereka…

Ya Allah… bahagiakan mereka…
Panjangkan umur mereka dalam kebaikan…
Dan jika mereka telah tiada… tempatkan mereka di surga-Mu…”

Wallahulmuwafiq ila aqwami Thariq

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PENTINGNYA ADAB DALAM BELAJAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillah…
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesempatan untuk menuntut ilmu. Shalawat serta salam, Semoga tercurahlimpahkan kepada junjunan kita yakni Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarganya, para sahabatnya khususnya kepada kita sebagai umat akhir jaman semoga kelak di yaumul hisab kita mendapatkan syafaat dari beliau..Aamiin Ya Allah YaaRobbal'Alamiin.....

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Hari ini banyak orang pintar, Gelar panjang… ilmunya tinggi…Tapi… kenapa hidupnya tidak berkah?Kenapa ilmunya tidak membawa manfaat? Jawabannya satu… Karena kurang adab!

Ilmu Tanpa Adab = Tidak Bernilai. Dalam kitab Ta’limul Muta’allim, karya Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji disebutkan:

“Banyak orang berilmu tidak mendapatkan manfaat dari ilmunya karena mereka meninggalkan adab.”

Hadirin…Ini bukan kata saya…Ini kata ulama besar! Jadi masalahnya bukan kurang pintar…Tapi kurang beradab!

Ada orang…Gelar S2, S3, bahkan profesor…Tapi kalau bicara… kasar! Kalau ke orang tua membantah! Itu bukan kurang sekolah…Itu kurang adab!

Adab Lebih Tinggi dari Ilmu. Para ulama berkata:

“Kami belajar adab sebelum belajar ilmu.”

Kenapa? Karena…

Ilmu tanpa adab = kesombongan
Ilmu dengan adab = kemuliaan

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad)

Artinya…

Misi utama Nabi itu adab!  Akhlak! Bukan sekadar ilmu!

Dalam Ta’limul Muta’allim dijelaskan, Kalau ingin ilmu berkah:

Hormati guru
Jangan membantah
Dengarkan dengan penuh perhatian
Jangan sombong di hadapan guru

Dulu…Murid duduk di depan guru…Diam… hormat… mencatat…Sekarang? Guru menjelaskan… Muridnya sibuk: 

 “Scroll… scroll… scroll…”

Ditanya:
“Paham?”

Jawab:
“Like dulu pak!” 🀣🀣🀣

Hadirin…

Adab itu bukan hanya ke guru…Tapi juga kepada ilmu. bagaimana adab kepada ilmu?

yang pertama, Belajar dengan niat karena Allah

yang kedua, Tidak meremehkan pelajaran

yang ketiga Tidak belajar untuk pamer

Dalam Ta’limul Muta’allim disebutkan:

“Niat dalam menuntut ilmu harus untuk mencari ridha Allah, bukan untuk dunia semata.” 

Hadirin…

Orang yang tidak punya adab…

Ilmunya tidak berkah
Hidupnya tidak tenang
Ilmunya bisa jadi musibah

Seperti pisau…

Di tangan koki → bermanfaat
Di tangan penjahat → berbahaya

Ilmu juga begitu!

Ada orang pintar sekali…Tapi suka merendahkan orang lain…Akhirnya dijauhi…Kenapa? Karena orang lebih nyaman dengan yang sopan Daripada yang pintar tapi menyakitkan!

Hadirin yang dirahmati Allah…

Kalau hari ini kita merasa:

Ilmu sulit masuk
Hati tidak tenang
Hidup terasa berat

Coba kita perbaiki…Adab kita!

Hormati guru…
Luruskan niat…
Rendahkan hati…

Karena…

Ilmu itu cahaya, Dan cahaya tidak masuk ke hati yang kotor

“Ya Allah…

Hiasilah kami dengan adab yang baik…
Jadikan kami hamba yang rendah hati…
Karuniakan kepada kami ilmu yang bermanfaat dan berkah…”

Wallahulmuwafieq ilaa Aqwami Ththarieq

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KEUTAMAAN ILMU PENGETAHUAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Alhamdulillah…
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…
Wabihi nasta'iinu alaa umuuri ddunya waddin wa'alaa aalihi wasahbihi ajma'in ammaa ba'du

puji syukur mari kita panjatkan kepada dzat ilahi rabbi, yang telah memberikan nikmat sehat, sehingga kita semua bisa berkumpul disini dalam suasana yang begitu penuh keberkahan.

Shalawat serta salam, semoga tercurahlimpahkan Kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam…

Hadirin yang dimuliakan Allah

Kalau saya tanya…Siapa di sini yang ingin hidup bahagia?

Siapa yang ingin rezekinya lancar? 

Siapa yang ingin masuk surga? 

Tapi pertanyaannya…

Sudahkah kita menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh?

Hadirin…ilmu itu kunci segalanya. Dalam kitab Ta’limul Muta’allim karya Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji disebutkan:

“Tidak ada jalan menuju kebahagiaan akhirat kecuali dengan ilmu.”

Perhatikan baik-baik…

πŸ‘‰ Mau ibadah benar? Butuh ilmu
πŸ‘‰ Mau cari rezeki halal? Butuh ilmu
πŸ‘‰ Mau rumah tangga sakinah? Butuh ilmu

Jadi kalau hidup terasa sulit, Jangan-jangan bukan karena kurang uang, Tapi karena kurang ilmu!

Ada orang shalat… cepat sekali! Rukuk… sujud… kayak lagi kejar setoran! Ditanya: “Kenapa shalatnya cepat sekali?” Dia jawab: “Takut lama-lama batal…”🀣🀣🀣 Padahal… bukan itu yang bikin batal… Itu namanya shalat tanpa ilmu!

Hadirin yang berbahagia, ilmu itu lebih tinggi daripada harta. Dalam Ta’limul Muta’allim dijelaskan:

“Ilmu lebih utama daripada harta, karena ilmu menjaga pemiliknya, sedangkan harta harus dijaga oleh pemiliknya.”

Coba lihat…Orang punya uang…Tidurnya gelisah! Takut hilang, takut dicuri… Tapi orang berilmu… Walaupun sederhana… hatinya tenang. Kenapa? Karena ilmu itu cahaya . Dan cahaya itu menenangkan

Allah berfirman:

“Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Hadirin…Kalau mau diangkat derajatnya…Jangan hanya angkat tangan saat berdoa… Angkat juga semangat untuk belajar!

Ada orang bilang:

“Saya ini tidak sekolah tinggi… tapi sukses!”

Memang… ada…

Tapi itu pengecualian… bukan aturan!

Jangan jadikan alasan malas belajar!

Itu seperti orang bilang:
“Ada yang jatuh dari motor tidak luka…”

Terus kamu sengaja jatuh? 🀣

menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah, Rasulullah SAW bersabda:

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.”
(HR. Ibnu Majah)

Perhatikan…Wajib… bukan sunnah. Wajib… bukan pilihan. Artinya…Kalau kita tidak belajar… Ada tanggung jawab di hadapan Allah!

Syekh Az-Zarnuji menjelaskan…Ilmu tidak akan masuk ke hati…Kalau adabnya rusak!

Niat harus karena Allah
Hormati guru
Sabar dalam belajar
Jangan sombong

Dulu…Murid kalau ketemu guru…Tunduk… hormat…Sekarang?

Guru lewat…Muridnya sibuk HP! 

Ditanya:
“Lagi apa?”

“Lagi cari ilmu…”

Ternyata…
Ilmu TikTok! 🀣🀣🀣

Hadirin

Ilmu itu harus diamalkan…Kalau tidak… Ilmu jadi beban. Ilmu jadi hujjah yang memberatkan. Seperti pohon…Kalau tidak berbuah…Hanya jadi kayu!

Hadirin yang dirahmati Allah

Tidak ada kata terlambat untuk belajar…

Tua belajar… mulia
Muda belajar… luar biasa
Tidak belajar… celaka

Jangan malu karena tidak tahu…Malulah kalau tidak mau tahu!

Mari kita tundukkan kepala…

“Ya Allah…
Karuniakan kepada kami ilmu yang bermanfaat…
Jauhkan kami dari ilmu yang tidak berguna…
Jadikan ilmu kami sebagai cahaya dalam hidup kami…”

wallahulmuwafiq ilaa aqwamitharieq

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puisi : Jejak Sang Cahaya

Di padang sunyi dunia
manusia berjalan membawa dahaga,
mencari setetes kasih
di antara debu amarah dan luka.


Lalu datanglah ia,
bukan sebagai raja dengan mahkota emas,
melainkan hati yang memayungi langit,
dan senyum yang meneduhkan jiwa-jiwa letih.


Ia mengajarkan bahwa kelembutan
lebih kuat daripada pedang,
bahwa memaafkan
adalah kemenangan para pecinta Tuhan.


Ketika dihina,
ia tidak menanam dendam di dadanya.
Ketika disakiti,
ia justru mendoakan tangan yang melukai.
Seolah hatinya adalah laut,
dan kebencian manusia hanyalah batu kecil
yang tenggelam tanpa mampu mengeruhkan.


Wahai manusia,
lihatlah akhlaknya—
ia menyapa yatim seperti saudara,
memuliakan fakir seperti bangsawan,
dan mendudukkan perempuan
di singgasana kehormatan.


Ia berjalan tanpa kesombongan,
padahal bumi mengenal namanya
hingga ke ujung zaman.
Ia tidur di atas tikar sederhana,
padahal para malaikat berdiri menghormatinya.


Dan aku berkata kepadamu:
bukan mukjizat yang paling agung dari dirinya,
melainkan hatinya
yang tetap bercahaya
di tengah gelapnya manusia.


Sebab akhlak adalah bahasa surga
yang diterjemahkan ke bumi
melalui langkah seorang nabi.


Maka barang siapa ingin menemukan Tuhan,
jangan hanya melihat langit,
tetapi lihatlah bagaimana ia mencintai,
bagaimana ia memaafkan,
dan bagaimana ia menangis
untuk umat yang bahkan belum pernah melihat wajahnya.


Begitulah sang nabi hidup
bagai pelita di tengah malam panjang,
yang habis terbakar demi memberi cahaya
kepada jiwa-jiwa yang kehilangan arah.


KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, Nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh, Wa na’udzubillahi min syururi anfusina…

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ο·Ί…

Hadirin yang dimuliakan Allah… Ramadhan itu bukan sekadar:

  • Bulan puasa
  • Bulan lapar dan haus

Tapi…
➡️ Bulan pendidikan jiwa
➡️ Bulan pembersihan hati
➡️ Bulan kembali kepada Allah

Dalam Al-Hikam disebutkan:

“Amal itu hanyalah bentuk lahiriah, sedangkan ruhnya adalah keikhlasan”

Artinya apa?

Puasa kita bukan dinilai dari lapar saja…
Tapi dari hati yang ikhlas kepada Allah

Allah SWT berfirman:

“Kutiba ‘alaikumush shiyaam…” (QS. Al-Baqarah: 183)

Tujuan puasa: La’allakum tattaqun, Supaya kita jadi orang bertakwa

Hadirin…

Dalam Hikam diajarkan:

Yang penting bukan banyaknya amal… tapi perubahan hati

Banyak orang:

  • Puasa ✔️
  • Tarawih ✔️
  • Tadarus ✔️

Tapi setelah Ramadhan… kembali lagi…Kenapa? Karena puasanya hanya sampai perut… Belum sampai ke hati…

Hadirin

Ada orang puasa…Siang hari sabar…Tapi sore hari…Kalau lihat gorengan… matanya lebih tajam dari elang πŸ˜„ Begitu adzan…“Bismillah…” langsung semua disapu πŸ˜„Puasa dapat…Kesabaran hilang πŸ˜„

Dalam Al-Hikam:

“Boleh jadi dosa yang membuatmu hina lebih baik daripada ketaatan yang membuatmu sombong”

Artinya…

Jangan bangga dengan ibadah Ramadhan, Jangan merasa paling rajin

Karena bisa jadi 

Amal kecil + ikhlas → besar di sisi Allah

Amal besar + riya → tidak bernilai

Nabi ο·Ί bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan berharap pahala, diampuni dosa-dosanya…”

Hadirin…

Allah membuka:

  • Pintu ampunan
  • Pintu rahmat
  • Pintu taubat

Tinggal kita… mau masuk atau tidak…

Dalam Hikam:

“Bagaimana hati akan bersinar jika gambaran dunia memenuhi cermin hatinya?”

Artinya…

Hati kita terlalu penuh dunia:

  • Harta
  • Jabatan
  • Kesibukan

Maka Ramadhan datang untuk Membersihkan hati itu…

Hadirin…

Puasa untuk melatih agar kita ikhlas Tidak ada yang tahu kita puasa kecuali Allah…

Tarawih melatih kedekatan kita pada Allah. Bukan sekadar berdiri…Tapi berdialog dengan Allah

Tadarus itu Menenangkan Hati. Al-Qur’an bukan hanya dibaca…Tapi direnungkan…

dan Sedekah membersihkan jiwa kita. Memberi itu bukan mengurangi…Tapi melapangkan…

Hadirin yang di rahmati Allah Swt

Kalau Ramadhan:

  • Masjid penuh ✔️
  • Shaf rapat ✔️

Setelah Ramadhan:

  • Masjid sepi πŸ˜„
  • Yang datang tinggal imam sama marbot πŸ˜„

Ini tanda…Kita belum lulus “sekolah Ramadhan”

Malam Lailatul Qadar itu luar biasa…Tapi dalam Hikam: Yang penting bukan hanya mendapatkan malamnya… tapi perubahan hatinya Banyak orang: Mengejar malamnya, Tapi lupa memperbaiki dirinya

Jangan sampai Ramadhan datang… kita biasa saja, Ramadhan pergi… kita tidak berubah

Dalam Hikam :“Tanda diterimanya amal adalah adanya perubahan menjadi lebih baik”

\Hadirin yang dirahmati Allah…

Berapa banyak orang: Tahun lalu bersama kita. Sekarang sudah tidak ada…

Ramadhan ini mungkin: Ramadhan terakhir kita…

Ya Allah…

Sampaikan kami ke bulan Ramadhan…
Ampuni dosa-dosa kami…
Lembutkan hati kami…
Jadikan kami hamba yang ikhlas…

Pertemukan kami dengan Lailatul Qadar…
Dan kumpulkan kami bersama Nabi Muhammad ο·Ί di surga-Mu…

Aamiin ya Rabbal ‘alamin…

Wallahulmuwafieq ilaa aqwaamiththarieq...wassalamualaikum wr.wb

KEUTAMAAN BULAN MAULID

 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…Nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh… Wa na’udzubillahi min syururi anfusina wa min sayyiati a’malina…

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad ο·Ί… Kepada keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita semua sebagai umatnya… Aamiin…

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Kita sekarang berada pada bulan yang luar biasa, Bulan yang tidak sama dengan bulan-bulan lainnya

Kalau bulan Ramadhan dikenal dengan bulan puasa…Kalau Dzulhijjah dikenal dengan bulan haji…

Maka Rabiul Awwal dikenal sebagai bulan lahirnya manusia paling mulia di muka bumi… Siapa beliau? Tidak lain dan tiada bukan yakni kanjeng Nabi Muhammad ο·Ί…

Hadirin yang yang berbahagia atas kelahiran kanjeng nabi, Allah SWT berfirman:

“Wa maa arsalnaaka illa rahmatan lil ‘aalamiin”
(QS. Al-Anbiya: 107)
“Tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam”

Artinya apa? Kelahiran Nabi ο·Ί itu bukan sekadar peristiwa sejarah, Tapi rahmat besar untuk seluruh umat manusia. Bayangkan…Sebelum Nabi lahir… dunia dalam kegelapan…Zaman jahiliyah… Perempuan tidak dihargai…Perang di mana-mana…Tapi setelah Nabi lahir…Perlahan dunia berubah…Zaman dulu itu… kalau punya anak perempuan… dikubur hidup-hidup… Sekarang? Baru lahir… langsung update status 

“Welcome baby girl… like and subscribe ya…” πŸ˜„

Itulah berkahnya kanjeng Nabi Muhammad ο·Ί
Hadirin yang dirahmati Allah…

Dalam kitab I’anatuth Thalibin dijelaskan, Memperingati Maulid Nabi termasuk bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) Selama isinya adalah amalan kebaikan seperti:

  • Membaca Al-Qur’an
  • Bershalawat kepada Nabi ο·Ί
  • Memberi makan (sedekah)
  • Mengingat sejarah kelahiran Nabi ο·Ί

Maka itu semua bernilai pahala besar, Para ulama mengatakan: Mengagungkan hari kelahiran Nabi adalah bentuk rasa syukur kepada Allah

Hadirin…

Allah berfirman:

“Qul bifadhlillahi wa birahmatihi fabidzalika falyafrahu”
(QS. Yunus: 58)
“Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah mereka bergembira”

Siapa rahmat terbesar? kanjeng Nabi Muhammad ο·Ί. Maka bergembira dengan Maulid Nabi adalah perintah Al-Qur’an

Hadirin…

Ada kisah yang disebutkan para ulama…Siapa Abu Lahab? Paman Nabi… tapi musuh besar Islam… Sampai Allah turunkan surat: Tabbat yada abi lahab…Tapi… kata ulama…Setiap hari Senin, siksa Abu Lahab diringankan…

Kenapa?

Karena dia pernah bergembira saat Nabi lahir, Dia memerdekakan budaknya karena kabar kelahiran Nabi ο·Ί Subhanallah…

Orang kafir saja diringankan azabnya karena gembira dengan Maulid Nabi… Apalagi kita yang beriman?

Hadirin…

Kadang ada yang bilang:
“Maulid itu tidak ada di zaman Nabi…”
Saya bilang…
“Lah pengeras suara juga tidak ada…”
“Tapi dipakai untuk dakwah, boleh nggak?”
Intinya…Selama isinya kebaikan, tidak bertentangan dengan alquran dan hadits…Maka itu termasuk bid’ah hasanah

Hadirin yang berbahagia…
Apa keutamaan kita memperingati Maulid?
yang pertama Menumbuhkan cinta kepada Nabi ο·Ί
Nabi bersabda:

“Tidak sempurna iman seseorang sampai aku lebih ia cintai…”
(HR. Bukhari & Muslim) 

yang kedua 

Turunnya rahmat dan keberkahan 

Majelis shalawat… majelis dzikir…Itu dihadiri malaikat… 

yang ketiga 

Mendapat syafaat Nabi ο·Ί

Orang yang sering bershalawat…Akan dekat dengan Nabi di akhirat
yang ke-empat 
Melembutkan hati
Hati yang keras… jadi lembut…Hati yang jauh… jadi dekat dengan Allah

Hadirin…

Ini yang penting…Jangan sampai Maulid hanya:

  • Datang ✔️
  • Duduk ✔️
  • Makan ✔️
  • Pulang ✔️

Tapi tidak berubah ❌

Maulid itu harus:
Mengubah akhlak kita
Menambah cinta kita kepada Nabi
Menjadikan kita lebih baik

Hadirin…

Apa yang harus kita tiru dari Nabi?

  • Nabi jujur
  • Nabi sabar
  • Nabi penyayang

Bahkan kepada musuh pun Nabi memaafkan, ada sebuah kisah.

seorang nenek Yahudi, Setiap hari meludahi Nabi. Suatu hari nenek tersebut sakit. Nabi justru menjenguk…

Subhanallah…

Itulah akhlak Nabi ο·Ί…

Hadirin yang dirahmati Allah…

Kalau kita benar-benar cinta Nabi, angan hanya saat Maulid, Tapi sepanjang hidup kita…

Mari kita hidupkan bulan Maulid dengan:

  • Shalawat
  • Sedekah
  • Mengikuti sunnah Nabi ο·Ί

Semoga kita dikumpulkan bersama Nabi di surga…
Diminumkan dari telaga Kautsar… Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad…

Wallahul Muwaafieq Ilaa Aqwaamiththarieq

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

TEKS CERAMAH: KEUTAMAAN BULAN HAJI & KURBAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin, wabihii nasta'iinu 'alaa umuuriddunya waddiin, wassholaatu wasslaamu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa'alaa aalihi washahbihii ajma'iin...ammaa ba'du

 Alhamdulillah…Kita masih diberi umur… masih diberi napas, Kalau napas kita bayar… mungkin banyak yang sudah ngutang, betul apa betuull?? Untung gratis dari Allah… tapi sering lupa bilang “Alhamdulillah…”

Shalawat serta salam semoga tercurahlimpahkan kepada junjunan alam yakni habiibana wanabiyyana Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam… Nabi yang kalau kita ikut ajarannya… selamat dunia akhirat… Kalau tidak ikut… ya selamat tinggal…hehehe

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Sekarang kita masuk bulan istimewa, Bulan Dzulhijjah, Bulan haji, bulan kurban, Bulan yang Allah muliakan…

Allah berfirman:

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.”
(QS. Al-Fajr: 1–2)

Menurut Para Ulama itu adalah 10 hari pertama Dzulhijjah, Artinya… ini bukan hari biasa… Ini “promo besar-besaran” dari Allah, Kalau di mall ada diskon 70% saja kita rela antre… Ini Allah kasih pahala berlipat… malah kita santai…

Keutamaan Amal

Rasulullah bersabda:

“Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.”
(HR. Bukhari)

Artinya Shalat kita naik level, Sedekah kita naik harga, Kalau biasanya pahala 1… bisa jadi 10… 100… bahkan lebih…

Humor Sindiran Halus

Tapi aneh ya…
Kalau urusan dunia… kita cepat, Flash sale jam 12 malam… bangun. tlp pacar jam 1 kita bangun, Tapi shalat subuh… “nanti dulu…” Padahal yang satu diskon dunia…Yang satu lagi diskon dosa! hehehe

Masuk ke Kurban

Hadirin…

Allah berfirman:

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)

Kurban itu perintah… bukan sekadar tradisi…

Kisah Nabi Ibrahim

Bayangkan…Nabi Ibrahim… sudah lama tidak punya anak…Begitu punya anak… eh disuruh sembelih…

Kalau kita?
Baru beli motor saja sudah sayang… Apalagi anak…

Allah berfirman:

“Wahai anakku, aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu…”

Apa jawab Ismail?

“Lakukanlah apa yang diperintahkan…”

Subhanallah…Kalau anak sekarang? Disuruh matikan HP saja marah… Ini disuruh disembelih… malah bilang siap!

Makna Kurban

Kurban itu bukan soal kambing…Kadang kita bilang:

“Saya belum mampu…”

Padahal…Pulsa ada, Kuota ada, Nongkrong jalan terus πŸ˜„ Tapi kurban… “tahun depan saja…”

Ada orang kalau beli kambing mikirnya lama…Tapi kalau beli HP baru… cepat sekali… Padahal HP belum tentu masuk surga… πŸ˜„ Kalau kurban… jelas pahalanya!

Keutamaan Kurban

Rasulullah bersabda:

“Tidak ada amalan pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain berkurban.”

Dan:

“Darah kurban itu sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah.”

Subhanallah…begitu besarnya pahala berkurban

Allah berfirman:

“Yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan kalian.”
(QS. Al-Hajj: 37)

Jadi…Bukan soal besar kecil…Tapi soal hati…

Kadang kita takut miskin karena sedekah…Padahal…Orang yang pelit itu seperti orang bawa air di ember bocor…Capek bawa… tapi tidak pernah penuh… Sedangkan orang yang dermawan…Seperti sumur… diambil terus tapi tetap ada…

Hadirin…

Mari kita gunakan kesempatan ini…Kalau mampu… berkurban…Kalau belum mampu… niatkan…Minimal… jangan cuma makan daging… Sekali-sekali jadi yang nyumbang…

Hidup ini sebentar…Hari ini kita ketawa…Besok belum tentu…Hari ini kita dengar ceramah…Besok mungkin kita yang diceramahi.

oleh karena itu mari kita bersama sama berdoa dan bermunajat

(doa bisa di ganti dengan teks arab hapalan kalian)

Ya Allah…

Ampuni dosa kami…

Terima amal kami…
Jadikan kami hamba yang ikhlas…

Berikan kami rezeki untuk berkurban…

Dan wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah…

Wallahul-muwaafiq ilaa aqwaamiththaariq

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Nabi Ibrahim As

 

Kelahiran di Tengah Kaum Penyembah Berhala

Nabi Ibrahim lahir di lingkungan yang penuh kesyirikan. Kaumnya menyembah patung, bahkan ayahnya Azar adalah pembuat berhala.

Allah berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar: ‘Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan?...’”
(QS. Al-An’am: 74)

Sejak kecil, Ibrahim sudah menolak kesyirikan dan mengajak ayahnya dengan lembut:

“Wahai ayahku, janganlah engkau menyembah setan…”
(QS. Maryam: 44)

Namun ayahnya menolak dan mengusirnya (QS. Maryam: 46).



Mencari Tuhan yang Sebenarnya

Ibrahim merenungi alam semesta.

Allah menceritakan:

“Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang… lalu ketika tenggelam dia berkata: ‘Aku tidak suka kepada yang tenggelam.’”
(QS. Al-An’am: 76–79)

Ia juga melihat bulan dan matahari, semuanya tenggelam.

Akhirnya Ibrahim berkata:

“Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi…”
(QS. Al-An’am: 79)

Ibrahim menemukan tauhid melalui akal dan wahyu.

Menghancurkan Berhala

Ketika kaumnya pergi, Ibrahim menghancurkan semua patung kecuali satu yang besar.

Allah berfirman:

“Maka dia menghancurkan berhala-berhala itu, kecuali yang terbesar…”
(QS. Al-Anbiya: 58)

Saat ditanya, ia menjawab:

“Tanyakan saja kepada yang besar itu jika mereka bisa berbicara.”
(QS. Al-Anbiya: 63)

Kaumnya sadar, tetapi tetap keras kepala.

Dibakar Hidup-Hidup

Raja zalim Namrud memerintahkan agar Ibrahim dibakar.

Allah berfirman:

“Mereka berkata: ‘Bakarlah dia…’”
(QS. Al-Anbiya: 68)

Namun Allah menyelamatkannya:

“Wahai api! Jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.”
(QS. Al-Anbiya: 69)

Api tidak membakar Ibrahim — mukjizat besar dari Allah.

Hijrah di Jalan Allah

Setelah itu Ibrahim berhijrah meninggalkan kaumnya.

“Sesungguhnya aku akan pergi menuju Tuhanku…”
(QS. Ash-Shaffat: 99)

Ia pergi bersama istrinya, termasuk:

Siti Hajar

Kelahiran Anak-Anak Nabi

Ibrahim berdoa:

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang saleh.”
(QS. Ash-Shaffat: 100)

Allah mengabulkan dengan lahirnya:

Nabi Ismail

dan kemudian:

Nabi Ishaq
(QS. Hud: 71)

Ujian Berat: Meninggalkan Hajar & Ismail

Atas perintah Allah, Ibrahim meninggalkan Hajar dan bayi Ismail di lembah tandus (Makkah).

Allah mengabadikan doa Ibrahim:

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman…”
(QS. Ibrahim: 37)

Hadits Shahih

Dalam riwayat Sahih Bukhari:

  • Hajar berlari antara Shafa dan Marwah mencari air
  • Malaikat memancarkan air Zamzam
    Menjadi asal ibadah sa’i

Ujian Terbesar: Menyembelih Anak

Ibrahim mendapat perintah melalui mimpi:

“Wahai anakku, aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu…”
(QS. Ash-Shaffat: 102)

Jawaban Ismail:

“Lakukanlah apa yang diperintahkan…”

Saat hendak disembelih:

“Dan Kami tebus anak itu dengan sembelihan yang besar.”
(QS. Ash-Shaffat: 107)

Inilah asal ibadah qurban.

Membangun Ka’bah

Ibrahim dan Ismail membangun:

πŸ‘‰ Ka'bah

Allah berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah…”
(QS. Al-Baqarah: 127)

Mereka berdoa:

“Ya Tuhan kami, terimalah dari kami…”

Doa untuk Nabi Terakhir

Ibrahim berdoa:

“Ya Tuhan kami, utuslah kepada mereka seorang rasul…”
(QS. Al-Baqarah: 129)

Doa ini dikabulkan dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW

Keutamaan Nabi Ibrahim

Allah berfirman:

“Dan Allah mengambil Ibrahim sebagai kekasih (Khalil).”
(QS. An-Nisa: 125)

Hadits

Rasulullah ο·Ί bersabda:

“Sesungguhnya Allah menjadikan Ibrahim sebagai Khalil.”
(HR. Sahih Muslim)

Pelajaran dari Kisah Nabi Ibrahim

  • Tauhid harus dijaga sejak awal
  • Dakwah dimulai dari keluarga
  • Ujian berat adalah tanda kemuliaan
  • Taat total kepada Allah
  • Doa orang tua sangat penting

Nabi Sholeh AS

1. Nabi Sholeh Diutus kepada Kaum Tsamud

Nabi Sholeh diutus oleh Allah kepada kaum Tsamud. Kaum Tsamud adalah kaum yang hidup setelah kaum ‘Ad. Mereka tinggal di daerah pegunungan dan memahat gunung menjadi rumah-rumah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan kepada kaum Tsamud, Kami utus saudara mereka, Sholeh…”
(QS. Al-A’raf: 73)

Nabi Sholeh mengajak mereka menyembah Allah dan meninggalkan berhala.



2. Dakwah Nabi Sholeh

Nabi Sholeh berkata kepada kaumnya agar tidak menyembah selain Allah. Beliau mengingatkan bahwa semua nikmat berasal dari Allah.

Namun para pemimpin kaum Tsamud menolak dakwah beliau. Mereka merasa sombong dan tidak mau mengikuti Nabi Sholeh.

3. Mukjizat Unta Betina

Kaum Tsamud meminta bukti kenabian. Maka Allah memberikan mukjizat berupa seekor unta betina.

Allah berfirman:

“Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah sebagai mukjizat untukmu…”
(QS. Al-A’raf: 73)

Nabi Sholeh memerintahkan agar unta itu tidak disakiti.

4. Kaum Tsamud Membunuh Unta

Walaupun sudah melihat mukjizat, kaum Tsamud tetap durhaka. Mereka menyembelih unta tersebut.

Allah berfirman:

“Kemudian mereka menyembelih unta itu…”
(QS. Al-A’raf: 77)

Setelah itu Nabi Sholeh memperingatkan bahwa azab Allah akan datang.

5. Datangnya Azab

Kaum Tsamud tetap membangkang. Maka Allah menurunkan azab berupa suara keras dan gempa dahsyat.

Allah berfirman:

“Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di rumah-rumah mereka.”
(QS. Al-A’raf: 78)

Nabi Sholeh dan orang-orang beriman diselamatkan oleh Allah.

6. Hikmah Kisah Nabi Sholeh

  • Perintah untuk menyembah Allah saja.
  • Jangan sombong terhadap kebenaran.
  • Mukjizat adalah tanda kekuasaan Allah.
  • Orang yang durhaka akan mendapat balasan.
  • Orang beriman akan mendapat pertolongan Allah.

7. Penutup

Kisah Nabi Sholeh mengajarkan bahwa manusia harus taat kepada Allah dan tidak menolak kebenaran meskipun sudah diberi tanda-tanda yang jelas.


ADAB SANTRI TERHADAP KYAI

Assalamu'alaikum Wr.Wb Bismillahirrahmanirrahim… Alhamdulillahilfattaahiljawaadilmu’iin, ’alattafaqquhi fiddiini manikhtaroohu minal’i...